Ini Kronologis Bentrokan Adonara

Perang tanding jilid III pecah di Adonara, Flores Timur, Selasa (13/11/2012). Warga Lewonara dikepung dan diserang warga Lewobunga menggunakan senjata rakitan, bom rakitan, panah dan sejumlah senjata tajam lainnya.  Akibatnya, satu tewas dan 19 orang luka-luka, baik warga Lewonara maupun warga Lewobunga. Selain korban manusia, dua kendaraan truk, delapan sepeda motor dan sejumlah rumah terbakar.

Kronologi kejadian bermula ketika warga Lewonara melakukan paha kemaha di lokasi sengketa Got Hitam, persisnya di kali mati, sekitar satu kilometer dari jalan.

Warga Lewonara yang datang cukup banyak, namun yang diperbolehkan aparat keamanan hanya 50 orang untuk melakukan prosesi paha kemaha.  Yang lainnya diminta kembali. Selanjutnya, rombongan dengan dua truk dikawal ketat menuju lokasi Paha Kemaha sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat tiba di Got Hitam, dua kendaraan truk dihentikan di pinggir jalan dan rombongan dikawal aparat keamanan menuju kali mati di Got Hitam untuk melakukan prosesi paha kemaha yang diawali dengan bao lolon.

Mereka membawa senjata seadanya sebagaimana budaya orang Adonara yang ke mana saja selalu membawa senjata. Karena mereka mentaati perjanjian sebelumnya yang sudah disepakati  antara kedua warga yang bersengketa yang dilakukan di Waiwerang, Senin (12/11/2012), dalam pertemuan yang dimediasi Kapolda NTT, dihadiri, Bupati Flotim  dan para muspida.

Sekitar pukul 08.30 Wita, prosesi paha kemaha selesai dan rombongan berjalan menuju dua truk yang diparkir di pinggir jalan pertigaan Got Hitam. Saat hendak naik ke mobil, tiba-tiba dari arah belakang ratusan warga Lewobunga menyerang. Mereka membakar satu truk dan satunya dihancurkan hingga kaca bagian depan truk itu hancur.

Situasi menjadi kacau. Dalam beberapa saat, pihak keamanan tidak kelihatan. Bunyi senjata rakitan bertubi-tubi mengundang ribuan warga turun melihat ke jalan.  Perang dengan jarak dekat tidak terhindarkan. Tidak terdengar bunyi tembakan peringatan polisi dan perang terus berlanjut  hingga pukul 13.00 Wita. Aparat baru mampu mengendalikan situasi sekitar pukul 13.00 Wita.

Perang yang terjadi berkepanjangan hingga siang hari itu, tidak seperti biasanya perang orang Adonara yang hanya berlangsung pagi hari dan sore hari.

Kapolres Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka, S.H, yang dihubungi melalui handphone- nya,

Selasa (13/11/2012), mengakui adanya perang itu. “Saya sedang berada di lapangan.  Aparat keamanan sedang bekerja,” kata Wahyu.Selasa (13/10/2012) di RSUD Larantuka, sekitar pukul 14.00 Wita, evakuasi korban dari Waiwerang terus berdatangan hingga 13 orang. Semuanya dirawat di RSUD Larantuka. Kedatangan para korban warga Lewonara yang terkena senjata tajam dari warga Lewobunga itu sempat menghebohkan Kota Larantuka. Puluhan warga dari berbagai wilayah dalam Kota Larantuka berdatangan memenuhi halaman depan Kantor RSUD Larantuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s