Rindu yang Tinggal dan Tanggal

Rindu adalah kediaman. Tempat segala doa tentangmu tinggal, dan menunggu pengabulan. Rindu adalah bocah yang tak berhenti mengaduh menunggu gulali sampai ke genggamannya. Rindu adalah cangkir kopiku yang kehilangan bibirmu. Tempat kita pernah saling berbagi hangat. Rindu adalah sebuah keyakinan dan aku tak perlu mati demi merasakan surga. Ia ada dalam setiap pertemuan kita. Rindu adalah pintu yang terbuka. Menunggu angin datang dengan sebuah pelukan. Rindu adalah lagu-lagu cinta yang merdunya kaubawa pergi. Lekaslah pulang, dan kita akan berdansa, lagi. Rindu adalah sebuah roman yang terbaca, yang halaman terakhirnya ada padamu. Tamatkanlah.

Rindu adalah setiap pagi saat matahari menjadi dingin, dan membekukan kata-kata. Secangkir kopi, roti isi, dan waktu yang melambat pada ingatan tentangmu.

Selalu ada kali pertama. Kali ini tentang rela-merelakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s