Demokrat Akui Kasus Anas Memberi Citra Negatif

Anggota Dewan Pembina Demokrat, Hayono Isman, mengatakan, partainya menghadapi dilema dalam menghadapi kasus hukum yang menyeret Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Anas disebut-sebut terlibat dalam korupsi pengadaan pusat olahraga terpadu Hambalang.

“Kasus Anas harus diakui memberikan citra negatif pada partai,” kata Hayono di kompleks parlemen Senayan, Senin, 10 Desember 2012.

Menurut Hayono, tersangkutnya Anas dalam kasus Hambalang telah menurunkan kepercayaan publik pada partai. Hal ini terbukti dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting yang menyatakan elektabilitas Demokrat tak melebihi angka 10 persen. Namun partai tak bisa mengambil tindakan tegas karena belum ada kepastian dari penegak hukum bahwa Anas terlibat dalam kasus Hambalang.

Hayono mengatakan, saat ini partainya hanya bisa mengantisipasi agar suara partai tak terus melorot hingga Pemilu 2014 nanti. Sedangkan Anas mau tak mau tetap dipertahankan menjabat sebagai ketua umum. “Ini (mempertahankan Anas) adalah pilihan yang harus kami hadapi, walaupun risikonya kami mengalami penurunan citra,” kata Hayono.

Mempertahankan Anas diakui Hayono akan menghadapkan Demokrat pada sinisme publik. Di sisi lain, hal itu menunjukkan ketaatan partai pada proses hukum. “Kami berharap sikap ini menjadi pembelajaran politik pada partai lain untuk menghormati proses hukum. Jangan sampai demi mengangkat citra justru mengorbankan hak politik yang lain,” kata Hayono.

Hayono mengatakan, risiko penurunan kepercayaan publik ini sudah dibahas dalam rapat terbatas di internal partai. Partai ingin mengingatkan publik bahwa seseorang baru bisa diturunkan dari jabatan jika sudah dinyatakan bersalah oleh penegak hukum. “Ini pembelajaran politik yang ingin kami bangun, dan kami sudah siap dengan risikonya.”

Dalam kasus korupsi Hambalang, Anas disebut sebagai penganjur proyek bernilai Rp 2,5 triliun itu. Anas juga disebut berperan dalam memuluskan proses sertifikasi Hambalang di Badan Pertahanan Nasional. Sebagai ganjarannya, mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin menyatakan Anas mendapat sejumlah aliran dana yang digunakan untuk pemenangan Anas di kongres Demokrat.

Anas juga disebut mendapat gratifikasi berupa Toyota Harrier. Dalam berbagai kesempatan, Anas membantah tudingan ini. Dia bahkan bersedia digantung di Monas jika terbukti korupsi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s