NERACA PERDAGANGAN INDONESIA PADA TAHUN 2012 MENGALAMI DEFISIT

NERACA PERDAGANGAN INDONESIA PADA TAHUN 2012 MENGALAMI DEFISIT
Neraca perdagangan kumulatif Indonesia periode Januari-November 2012 mengalami defisit sebesar 1,33 miliar dolar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang didapatkan pada hari Rabu (2/1), menyebutkan bahwa impor Indonesia pada kurun waktu 1 tahun sebesar 176,09 miliar dolar. Sedangkan untuk ekspor sebesar 174,76 miliar dolar. Kepala BPS, Suryamin, mengatakan hal ini terjadi karena nilai atau harga barang menurun walaupun volume penjualan meningkat.

“Ekspor meningkat seperti CPO, teh, tapi nilainya yang turun. Jadi dari sisi volume memang besar, tp harganya yang rendah,” jelas Suryamin. Ekspor pada tahun 2012 masih didominasi oleh sektor industri yang meningkat sebesar 1,03 persen menjadi 61,25 persen. Sektor terkecil, yaitu pertanian, juga mengalami kenaikan menjadi 2,95 persen. Hal ini berbeda dengan sektor migas dan tambang yang mengalami penurunan masing-masing, 0,92 dan 0,54 persen. Negara yang menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar dari Indonesia masih ditempati oleh Cina, dengan nilai ekspor 18,90 miliar dolar.

Berbeda dengan kondisi ekspor yang mengalami penurunan, impor justru mengalami kenaikan yang signifikan dengan persentase 15,03 persen. Sektor terbesar masih disumbang oleh bahan baku dengan 73,10 persen di tahun 2012. Kemudian, disusul dengan barang modal (19,95 persen) dan barang konsumsi (6,95 persen. Dari segi pangsa pasar nonmigas pun, masih dipegang oleh negara tirai bambu, sebesar 26,42 miliar dolar. fff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s