Saat kita menempuhi onak duri dunia

Saat kita menempuhi onak duri dunia, ya mungkin ada kalanya, kesedihan itu terus memanjat-manjat di dasar hati lantaran ada dugaan yang memedihkan dan mengusik ketenangan jiwa.
Air mata seakan bersedia mau keluar agar tidak terus berombak di kolam hati.
Saat itu mungkin sabar tidak dikenali lagi. Dalam terharu, air mata tumpah juga, mengalir deras mengeringkan derita.
Kemudian ada sedikit ketenangan mula menyusup membalut lara, sinar-sinar harapan menampakkan cahaya menyuluh jalan yang lebih bahagia.
Keyakinan seakan tumbuh dari sokongan dan kesadaran, wajah akan tenang dan senyuman mudah terbentuk.
Cerialah diri. Suka duka, sedih gembira bagaikan silih berganti.
Wahai hati, ingatlah diri kita ini tidak hidup abadi.
esok, lusa, mana tahu kita akan mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s